Rabu, 15 April 2009

pembodohan lewat sinetron

Entah sejak kapan dan mengapa sinetron ini semakin menjamur aja di dunia pertelevisian indonesia ini aku gak tau. Tapi yang pasti saat ini sinetron malah mendominasi prime time di beberapa stasiun televisi nasional. Bahkan saat aku pulang kuliah sekitar jam setengah sepuluh malam juga masih ada sinetron.. busyet dah da seperti tayangan wajib aja tu sinetron. Aku juga masih bingung apa sebenarnya daya tarik sinetron. Mengapa kaum hawa khususnya ibu-ibu dan anak gadis tahan di depan televisi nonton sinetron berjam-jam sampai-sampai tidak bisa diganggu. Jangan kaget kalau masakan di atas kompor menjadi gosong atau pakaian jebol terbakar karena mereka keasyikan nonton.Aku jadi teringat saat aku masih duduk di bangku SMU, aku sering banget mengganggu mamaku yang lagi nonton sinetron. Tiap kali sinetronnya break alias iklan nompang lewat, langsung aku ganti ke saluran tv yang lain. Dan karna lamanya iklan itu gak bisa diprediksi jadila sinetronnya kepotong gitu yg membuat mama ngomel-ngomel hehehe. Malah aku sering bilang gini, langsung mati la si “A” bilangkan pemeran utamanya supaya sinetronnya langsung tamat. Tapi bukan mati beneren ya, tapi mati di sinetron itu Ya jelas aja mamaku langsung protes, unang ma amang, tabo dope sinetron on, holan on do hiburan ni omak (janganlah, masih seru sinetron ini, hanya ini nya hiburannya mama). Kalau dipikir-pikir benar juga sih hanya itu hiburan mama di rumah setelah pagi ampe siang ngajar di sekolah, trus sorenya beres-beres rumah, nyuci, nyetrika, masak alias jadi PRT. Ya malamnya istirahat la sambil nonton tv. Namanya juga mamak-mamak, kalau di kasi nonton film action kan gak lucu atau mau di kasi film horor mama paling gak suka. Jadinya sinetron la satu-satunya hiburan setelah satu harian kerja.
Anehnya sinetron tetap laku walaupun ceritanya menurutku membosankan dan merupakan pembodohan. Gimana gak, masa’ seorang gelandangan atau orang miskin bisa mendadak menjadi orang kaya karena dipinang oleh seorang kaya. Halah, kayaknya gak ada de di Indonesia ini orang kaya yang mau seperti itu. Jangankan nikah, jabat tangan dengan gelandangan atau orang miskin aja mereka ogah bahkan merasa jijik. Atau seorang anak kecil yang punya kekuatan gaib. Malah yang gak iyanya, anak SD sudah pacaran dan sering juga tayangan dimana anak-anak melawan orang tuanya sendiri. Yang jadi pertanyaan apakah tayangan-tayangan seperti itu sudah lolos sensor dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) ? Bagaimana sinetron itu tidak merusak moral dan pikiran para penontonnya yg anak-anak juga termasuk di dalamnya secara sinetron tayang pada jam-jam utama. Yang ada masyarakat jadi kebanyakan menghayal sesuai dengan sinetron yang mereka tonton.
Tapi setiap orang pasti memiliki pendapat dan kesukaan yang berbeda. Aku gak suka dan menganggap sinetron itu adalah pembodohan, tapi bagi orang lain sinetron merupakan hiburan atau malah jadi tontonan wajib. Yang terpenting jangan sinetron itu membuat kita hanya bisa menghayal dan menjadikannya contoh untuk kehidupannya. Jalani hidupmu dengan apa yang ada padamu saat ini dan syukuri itu.